Ini Ceritaku
Rabu, 13 Mei 2015
CURCOL TENTANG DUNIA PER"KOMPOR"AN
Kali ini saya ingin bercerita mengenai kompor π. Asli saya sendiri sangat awam lho..dengan kompor, hihihi karena selama saya hidup jujur saya jarang ke dapur. Kompor yang saya kenal sejak kecil itu ya kompor minyak, yang menggunakan sumbu muter gitu. Selain kompor minyak, yang saya tahu ya kompor gas dua tungku. Saya berasal dari keluarga sederhana, yang hanya memiliki dan memakai kompor minyak untuk memasak. Sementara kompor gas, saya mengenalnya dari dapur nenek saya. Beliau sudah memakai kompor gas sejak saya kecil. Saya masih ingat setiap kali saya di suruh ibu saya untuk membeli minyak tanah seharga Rp.2000,- / 2liter. Sampai akhirnya subsidi minyak tanah di tiadakan, ibu saya beralih menggunakan kompor gas. Meski ibu saya menggunakan kompor minyak namun beliau mampu menyajikan masakan masakan bercita rasa otentik. Bahkan sering juga saya dan 2 kakak saya di buatkan berbagai macam camilan. Super banget deh mamah saya ini..tapi saya ga bisa masak..karena ibu saya melarang saya masak. Kata ibu saya, tugas saya sekolah aja yang baik heheheehe. Paling saya bantuin isiin minyak tanah ke kompor. Kadang juga bantuin rebus air untuk mandi. Yang paling repot itu kalau sumbunya mulai abis. Kompor harus di bongkar di tarik tarik ujung sumbunya. Fungsi sumbu di tarik agar api gak cepat mati ketika kompor di gunakan. Yah itulah sekelumit cerita kompor di masa kecil hingga masa remaja saya. Beralihnya ibu saya ke kompor gas pun saya belum bisa memasang regulator.Alasannya takut bunyi "Ses". Katanya itu tandanya bocor bisa bahaya kalo di nyalakan api kompornya.
berikut ini ilustrasi kompor minyak, dan kompor gas, sumber foto : google
Nah akhirnya saya pun menikah dengan suami saya mau tak mau ya itulah kegiatan baru saya sehari-hari salah satunya di dapur. Meskipun sekedar merebus air, atau sekedar goreng telur, tetap saya harus berdekatan dengan kompor hahahaha..tapi itulah saking senengnya menikah saya gak kepikiran kalo saya takut memasak eh kompor. Kok ya ndilalahnya (bahasa apa ini hehehe) semenjak tinggal di rumah dinas perusahaan,tempat suami saya bekerja, di situlah awal pertama kalinya saya kenalan dengan kompor segede bak mandi π hahahaha kaget pastinya tapi sumringah karena saya gak jadi temenan sama si tabung gas. Kebayang nanti siapa yang bakal pasang regulator. Baiklah jadi ini kompor yang katanya di sebut free standing cooker ini merupakan "pinjeman" dari rumah dinas, merknya Frigidairy made in USA. Seumur hidup saya baru tau kalo ada kompor beginian. Ini nih penampakannya.
Makin ke sini saya pun bersahabat baik dengan si kompor hehehe.. tiba-tiba setelah 5tahunan kami ngontrak rumah. Suami saya berniat mengajak saya dan anak anak pindah ke tengah kota. Itu artinya saya harus berpisah dengan kompor pinjaman yang selama ini udah bikin saya nyaman ini. Hehehehe..merajuklah saya, lalu saya bilang ke suami saya tercinta, kalo punya rumah sendiri ya pengennya pake kompor begituanπ hahahahhaa.. Gedubrag!!!π¨ suami saya kaget donk π
tapi syukur alhamdulillah banget Allah Subhannahu Wa Ta'ala menganugerahkan saya seorang suami yang sangat menyayangi saya sebagai istrinya.. saya dibolehin beli kompor yang besarnya sudah mirip Bak Mandi itu hehehehe tapi bukan merk Frigidairy lho yah, gak mungkin kami pake kompor listrik 3000watt wkwkwkwkwkwk.. Sebenarnya si saya galau antara pengen kompor seperti itu tapi takut juga ga bisa merawatnya. Akhirnya saya cari cari info deh lewat internet. Waktu itu nemu obrolan yang ngebahas kompor oven ini lewat sebuah milis. Masih galau juga.. jadi ga ya beli free standing cooker gasnya? kalo jadi mau beli yang merk apa? trus yang speknya kaya gimana? do do do dong dong malah jadi puyeng hebehehee..hmmm sebenernya kalo saya dak kebanyakan kriteria si, tinggal beli aja kompor 2 tungku juga ilang deh galau nya hehehehe tapi, niatnya pengen yang cakep gitu.. rapi,kompor + oven jadi satu. Apalagi kalo pasang KS di dapur O.M.G π.
Alhamdulillah, saya mantapkan sendiri deh jadi beli free standing cooker gas, Nah berbekal restu suami saya, saya pun mulai mencoba lebih serius mencari review tentang free standing cooker yang berkualitas.. tapi gak nemu juga yang ngebahas trik tipsnya beli kompor beginian.
Tapi tetap semangat saya mencari cari.. akhirnya nemu beberapa merk free standing cooker gas yang banyak di cari orang, antara lain: Technogas, Ariston, La Germania, Modena.
Tapi dari sekian pilihan saya cuma nemu review nya modena, La germania, ariston. Sementara technogas ga nemu...jadi kata hati saya nancep di Free Standing Cooker Gas La Germania made in Italia seri New Verona TU64C81 CX, ini dia penampakannya saya peroleh gambar dari google.
di bawah ini foto dokumen milik saya.. itu buku dapet pas kebetulan saya ke mall yang ada Outlet Ariston, saya ke sana beserta suami dan anak anak, ya maksud hati si ceki-ceki dulu.. eh malahan di kasih buku gini, hohoho.. jadi makin semangat nabung
Baiklah sekarang saya jelaskan mengapa saya memilih mba verona untuk menjadi asisten saya dalam memasak dan baking. Adalah karena adanya gas safety device di ke empat burner dan di oven. Mengapa? agar lebih aman apabila api mati mendadak, secara otomatis gas safety device ini akan memutus suplai gas ke burner. Kita tinggal menyalakan kompor lagi.. menggunakan one hand ignication, selain itu dimensinya yang compact cocok untuk dapur baru saya yang berukuran compact juga. Penampilan La Germania New Verona sangat kokoh karena tatakannya terbuat dari baja cor yang pasti awet, insya Alloh aamiin. Bodynya terbuat dari stainless steel. Kaca penutup oven dari cristal hitam dan double glass. Untuk oven sudah ada blowernya sehingga membuat proses pemanggangan menjadi lebih merata. Dan sistem memanggang dengan pintu oven tertutup full. Ada thermostat dan minute minder time nya. Kapasitas ovennya La Germania New Verona ini 62 liter. untuk menyalakan oven sudah menggunakan sistem one hand ignication juga..pokoknya menurut saya, ya ini lah yang saya cari.. sesuai dengan budget untuk kompor.. kalo nurutin keinginan mah pengen yang La Germania New Toscana secara lebih gadang dan yang pasti fiturnya lebih lengkap.. tapi si, menurut saya kalo anda pengen beli FC La Germania Ne Toscana tapi ga ada duit, dan kepepet dah di kejar tukang KS, ya New Verona lah jawabannya kalo menurut saya loh ya hihihi..
kalo Anda punya budget 20jutaan mah silakan tinggal pilih yang mana saja hahahaha.
Dan saat ini asisten baru saya mba Verona sudah nangkring di rumah baru kami.. lagi di bikinin meja dapurnye.. supaya pas di dudukin mba verona kelak. Semoga dia betah bantuin saya selama dia bisa.. aamiin.
Jumat, 14 November 2008
Kura-kura
"...Sebagai wanita band First Nation Canadian Amaham, British Columbia, aku telah belajar bahwa mimpi bisa menjadi tuntunan ajaib dalam mengatasi masalah yang mengganggu di jam-jamku terjaga. Satu mimpi terutama begitu jelas dan kuat pesannya sehingga ingatan akan mimpi tersebut akan terus hidup. Pada saat itu aku merasa sangat letih dengan kekacauan dalam hidupku. Stress di tempat kerja dan perjuangan dalam keluarga membuatku lelah secara mental, spiritual, dan emosional. Dalam mimpi, aku berjalan menyusuri jalan yang indah di tepi Danau Cultus, “danau tanpa dasar”. Sinar matahari musim panas turun melewati pepohonan cedar raksana. Udara musim panas lembap dan dipenuhi suara anak-anak yang sedang bermain burung-burung bernyanyim dan dengungan makhluk-makhluk kecil.Saat aku berjalan perlahan di jalan ini, aku melihat seekor kura-kura kecil sedang berusaha menyebrangi jalan. Takut mobil yang lewat akan menabrak kura-kura itu, aku dengan hati-hati mengambilnya dan mengembalikannya ke tepi air. Tersenyum atas perbuatan baikku, aku berdiri. Di belakangku di tepi danau seorang nenek Indian berdiri dengan tenang. Aku melihat sekeliling, tak ada orang lain di danau itu. Ia pasti datang untuk berbicara padaku.Aku menunggunya dengan takzim untuk berbicara. Akhirnya ia berbicara, menanyakan alasanku memindahkan kura-kura itu dari jalan dan meletakkannya di tepi danau. Aku menanggapinya dengan bangga “Well, di situlah seharusnya kura-kura itu berada”. Ia tersenyum dan menggelengkan kepalamnya dengan perlahan. Dengan lembut, ia berkata, “Anda tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan kura-kura kecil itu bisa sampai kejalan itu?”Saat bangun pagi harinya, aku teringat mimpi itu secara detail dan berusaha merenungkan maknanya. Apa yang ia maksud? Mengapa ia berfikir aku salah telah memindahkan kura-kura itu ? Kemudian makna itu bisa kupahami, caraku memindahkan kura-kura itu sejak semula. Aku menyadari bahwa seringkali dalam hidup ini aku tidak puas hanya mengatur hidupku sendiri, tapi aku juga berusaha mengatur orang lain dimana aku pikir mereka seharusnya bertindak. Tanpa menghormati hak orang lain untuk menjalani rute ke tempat tujuan mereka dengan kecepatan mereka sendiri, aku malah mencampurinya. Hal ini tidak saja memaksaku secara emosional, tapi juga menghalangi mereka mengambil pelajaran dari kehidupan mereka sendiri. Kemunculan sang nenek dalam mimpi itu membuatku paham bahwa aku tidak seharusnya mencampuri perjalanan saudara-saudaraku di Bumi.Don’t sweat stories (2005:103-104).
Langganan:
Komentar (Atom)






